12.07.2010

Kurt Donald Cobain (1967-1994): Kisah dan akhir hidup seorang fenomena (Part I)

 Kurt Donald Cobain, atau yang lebih populer dengan Kurt Cobain. Siapa yang tak kenal nama yang satu ini? vokalis dan pentolan grup musik yang hampir menjadi legenda, Nirvana ini meninggal dengan lobang menganga akibat tembakan senapan di kepalanya pada usia 27 tahun, sebuah usia yang sangat muda dan terjadi dimana Ia bersama kedua rekannya di Nirvana: Krist Novoselic dan Dave Grorhl, melakukan pencapaian yang luar biasa di dunia industri musik. Ketika itu Nirvana bersama Kurt Cobain menjadi sebuah fenomena di awal 1990-an, ketika mereka menghentak dunia dengan musik dan sound yang ketika itu tergolong 'aneh' dan jarang terdengar kecuali di kalangan underground. sound musik mereka yang kasar dan lirik lagu yang tak jauh berbeda, dengan balutan distorsi gitar di sepanjang lagu2 mereka, plus ulah nyentrik sang vokalis ternyata mendapat sambutan luar biasa di kalangan anak muda di amerika serikat, dan di kota Seattle pada khususnya yang dikemudian hari menjadi tempat lahir dan pusat dari apa yang kemudian terkenal dengan sebutan: Seattle Sound.

 Kembali kepada pribadi sang fenomena, Kurt Cobain. Kurt lahir di Aberdeen, sebuah kota yang khas dengan industri penggergajian di negara bagian Washington, 20 Februari 1967. Sejak kecil ia sudah memperlihatkan berbagai bakat dan kecerdasan, baik di bidang olahraga maupun seni. Kurt masuk dalam tim bisbol dan gulat di sekolah. Dia juga sangat menyukai dan menonjol dalam pelajaran seni dan melukis, kelak bakatnya itu akan melahirkan beberapa karya amatir dan mewarnai perjalanan hidupnya.
Kehidupannya berjalan sebagaimana bocah lain seumurannya, bahagia dan menyukai hal hal populer, tetapi semuanya berubah drastis sejak perceraian kedua orang tuanya, ketika ia berusia sembilan tahun. Peristiwa itu menjadi bencana emosional terbesar dalam hidupnya. Kurt jadi membenci kedua orang tuanya. Apalagi ketika ayahnya menikah lagi dan ibunya berpacaran dengan pemuda yang umurnya hanya tujuh tahun lebih tua darinya. Peristiwa itu mengubah Kurt menjadi sosok pemurung, tertutup, dan berandal. Kurt kemudian mulai berkenalan dengan dunia obat-obatan, keluar dari rumah, hingga akhirnya putus sekolah.
Perkenalannya dengan Krist Novoselic (kelak menjadi teman paling dekat dan Bassisnya di Nirvana) mengubah jalan hidupnya, keduanya sepakat membentuk sebuah band rock bersama kedua teman lainnya, lahirlah Nirvana.
 Pada awal berdirinya, sebagai band baru nirvana seringkali harus menempuh ratusan bahkan ribuan mil melalui jalan darat hanya untuk mempromosikan album barunya (Bleach, rilis 1989), bukan hanya itu, sambutan dan tanggapan penonton mereka pun tak sepadan dengan pengorbanan tersebut. Tapi kelak akan terbukti bahwa kerja keras mengubah nasib mereka, setelah bleach lumayan sukses di pasaran, album kedua mereka Nevermind (rilis September 1991) menggoncang dunia musik tak hanya di Amerika teapi juga di seluruh dunia, hits andalan "Smells Like Teen Spirits" sukses memuncaki berbagai tangga lagu top di berbagai negara, termasuk di tangga lagu bilboard mengalahkan legenda pop yang sedang dalam masa kejayaannya; Michael Jackson.
 Kesuksesan dan popularitas Nirvana benar benar melejit bak meteor, namun kehidupan para personilnya, terutama sang vokalis, Kurt pun ikut terkena imbas negatifnya, ketergantungannya terhadap obat obatan terlarang terutama heroin semakin menjadi jadi,  ketika semua orang mencintai musik dan dirinya, satu satunya yang tidak dapat mencintai semua itu adalah dirinya sendiri. Kurt sering diberitakan menghilang, dan konser konser nirvana terpaksa di batalkan. pernikahannya bersama Courtney Love (vokalis dan pentolan Hole) tidak dapat membuatnya berubah, bahkan kelahiran putrinya Frances Bean Cobain, tidak mampu membuatnya sembuh dari depresi dan ketergantungan terhadap obat obatan terkutuk itu.
Peran media terhadap kondisi kejiwaan Kurt tak dapat di lepaskan begitu saja, pemberitaan mereka terhadap kehidupan pribadi pasangan Kurt- Courtney yang seringkali keterlaluan membuat keadaan kejiwaan kurt semakin labil dan akibatnya ia mengalami semacam paranoia, terutama ketika media memberitakan tentang kondisi kesehatan Frances yang sebenarnya baik dan sangat sehat meskipun kedua orang tuanya mereka masuk dalam program rehabilitasi untuk orang yang kecanduan.
 Dan kemudian datanglah berita yang menyesakkan itu: di awal April 1994, Kurt ditemukan bunuh diri di rumahnya dengan meledakkan kepalanya sambil mengonsumsi obat-obatan , setelah beberapa hari sebelumnya kabur dari rumah sakit di Los Angeles, tempat ia dirawat untuk mengatasi kecanduannya. di dekat jasadnya di temukan surat wasiat yang di tinggalkannya bersama sebuah senapan dan bekas heroin.
Terlepas dari apakah benar Kurt meninggal bunuh diri ataukah di bunuh menjadi sebuah misteri yang tak terungkap sampai saat ini. berbagai karya dan penyelidikan yang di lakukan tak dapat mengungkap secara pasti sebab kematiannya tersebut, tapi suatu hal yang pasti Kurt Cobain dengan Nirvana menjadi sebuah fenomena baru yang mendobrak dominasi dunia musik yang memberikan pengaruh yang tidak bisa di bilang kecil dalam dunia musik, dengan kata lain Kurt Cobain dengan Distorsi gitarnya, lirik liriknya, dan gayanya sendiri telah mampu memberikan sesuatu yang lain bagi dunia musik dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang tak hanya musisi. 
 Ucapannya yang terkenal antara lain: " It's better to burn out than to fade away...." lebih baik padam daripada pudar, ya mungkin itu salah satu alasan mengapa Ia melakukan bunuh diri (apabila memang benar ia bunuh diri).
any way, setuju atau tidak setuju Kurt Donald Cobain adalah seorang legenda dalam dunia musik!.



(diambil dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar