membekas... itulah yang saya rasakan setelah mendengar lagu ini.
betapa tidak? cobalah baca kata perkata dari lagu ini.
kepergian seorang yang istimewa dalam kehidupan kita memang menyakitkan dan kadang2 sulit untuk di terima. Tapi itulah kenyataan yang harus di terima, suka maupun tidak, toh nanti suatu saat nanti kitapun akan menyusul cepat atau lambat. Kita hanya bisa berharap akan ada pertemuan kedua di alam sana, dalam kekekalan.
ya, di dunia ini memang tak ada yang abadi. itu tak dapat dipungkiri oleh siapapun juga.
manusia, hewan, tumbuhan, semuanya pasti akan musnah, kembali ke asalnya, kepada penciptanya.
manusia di ciptakan, tumbuh, bertemu, menjadi tua, dan kemudian kembali ke asalnya.
semuanya terus menerus berputar, layaknya matahari yang terbit dan kemudian tenggelam. itulah "siklus waktu"
duka datang tak terbayangkan
bagaikan mimpi
kepergian itu sangatlah nyata
kita memang terpisah
siklus waktu tlah mengajarkan
sang mentari pun terbit dan tenggelam
lihatlah...
perpisahan hanyalah perpindahan kehidupan
sebenarnya dia tak sungguh hilang
hanya terpisah dengan raga
kepergian itu menusuk hati menebus jiwa
derai air mata takkan membuat
dia bahagia disana
siklus waktu tlah mengajarkan
sang mentari pun terbit dan tenggelam
lihatlah...
perpisahan hanyalah perpindahan kehidupan
sebenarnya dia tak sungguh hilang
hanya terpisah dengan raga
kehidupan diwarnai yang datang dan yang pergi
maka bangunlah dia tak sungguh hilang
hanya terpisah sementara
(siklus waktu by: cupumanik)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar