Tampilkan postingan dengan label football. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label football. Tampilkan semua postingan

11.30.2011

Leeds United Football Club

Leeds United A.F.C.


Nama Lengkap:  Leeds United Association Football Club
Julukan: The Whites
Tahun Berdiri: 1919

Home base: Elland Road Leeds Capacity 40,242
Presiden: Ken Bates
Manager: Simon Grayson


The Elland Road


Prestasi Klub:
 

Liga

    * Divisi 1 (Tier 1)
          o Winners (3) 1968–69, 1973–74, 1991–92
          o Runners-up (5) 1964–65, 1965–66, 1969–70, 1970–71, 1971–72

    * Divisi 2 (Tier 2)
          o Winners (3) 1923–24, 1963–64, 1989–90
          o Runners-up (3) 1927–28, 1931–32, 1955–56
          o Play-Off Runners-up (1) 1986–87

    * Championship (Tier 2)
          o Play-Off Runners-up (1)2005–06

    * League One (Tier 3)
          o Play-Off Runners-up (1) 2007–08

Cups

    * FA Cup
          o Winners (1) 1972
          o Runners-up (3) 1965, 1970, 1973

    * League Cup
          o Winners (1) 1968
          o Runners-up (1) 1996

    * FA Charity Shield
          o Winners (2) 1969, 1992
          o Runners-up (1) 1974

    * FA Youth Cup
          o Winners (2) 1993, 1997

Prestasi di Eropa

    * European Cup
          o Runners-up (1) 1975

    * UEFA Champions League
          o Semi-finalists (1) 2001

    * Inter-Cities Fairs Cup
          o Winners (2) 1968, 1971
          o Runners-up (1) 1967
          o Inter-Cities Fairs Cup Trophy Play-Off (1971) – Runners-up

(Edisi terakhir Fairs Cup, sebelum berubah nama menjadi UEFA Cup)

    * UEFA Cup
          o Semi-finalists (1) 2000

    * European Cup Winners' Cup
          o Runners-up (1) 1973


Pemain terkenal

Eric Cantona















- Eric Cantona
- Anthony Yeboah
- Gary Speed
- Rio Ferdinand
- Jonathan Woodgate
- David Batty
- Gary Kelly
- Ian Harte
- Martin Dahlin
- Paul Robinson
- Mark Viduka
- Alan Smith
- Harry Kewell
- Robby Keane
- Oliver Dacourt
- Lee Bowyer
- James Milner
- Aaron Lennon
- Jermaine Beckford
- Johnny Howson
- Lucchiano Becchio
- Dll.

Rivalitas
Rival utama Leeds adalah Menchester United, rivalitas ini berakar pada terjadinya perang saudara
yang terkenal dengan nama "perang bunga".

Goal Jermaine Beckford saat Leeds mengalahkan MU di FA cup













Saat ini (musim 2011-2012) Leeds United bermain pada level Championship League, setingkat dibawah EPL. 
MARCHING ON TOGETHER! (Leeds anthem)
Situs Resmi: www.leedsunited.com

10.29.2011

The Story of SS LAZIO (1900 - 2011)


SOCIETA SPORTIVA LAZIO SpA


 
S.S. Lazio (Società Sportiva Lazio SpA) adalah sebuah tim sepak bola Italia yang berbasis di kota Roma, didirikan pada 9 Januari 1900. Lazio telah menjuarai Serie A sebanyak dua kali, menjuarai Coppa Italia lima kali, Piala Super Italia tiga kali, serta masing-masing sekali menjuarai Piala Winners dan Piala Super Eropa.

Kostum utama Lazio berwarna biru langit untuk kaos dan berwarna putih untuk celana dan kaos kaki. Stadion kandang mereka, Stadion Olimpico di Roma berkapasitas 72,698 tempat duduk, Selain itu Lazio memiliki rival sekota, yaitu A.S. Roma. Lazio dengan A.S. Roma telah bersaing untuk waktu yang lama, mereka menjalankan pertandingan sepak bola yang dikenal sebagai Derby della Capitale (Derby Kota Roma) sejak tahun 1929.

Selain itu Lazio adalah sebuah klub olah raga yang berpartisipasi dalam tiga puluh tujuh cabang olah raga, sehingga merupakan klub olah raga yang membawahi cabang olah raga terbanyak di seluruh Eropa.

Awalnya didirikan sebagai klub atletik, seksi sepak bola dibentuk pada tahun 1902. Hingga saat ini klub Lazio membawahi berbagai cabang olah raga, antara lain baseball, kriket, dan rugby. Pada musim kompetisi 2005/2006 berakhir, Lazio bersama dengan beberapa tim lain (AC Milan, Juventus, Fiorentina, dan Reggina) dijatuhi hukuman pengurangan poin akibat skandal calciopoli yang menghebohkan Italia.

Musim 1999-2000 merupakan masa emas bagi klub ini sepanjang kiprah mereka di kompetisi sepak bola profesional Italia dan Eropa dengan merebut berbagai gelar bergengsi.



WARNA, SIMBOL, DAN JULUKAN


Warna Lazio terdiri dari putih dan biru langit yang terinspirasi oleh simbol negara Yunani, karena fakta bahwa Lazio adalah perkumpulan berbagai cabang olah raga sebagai pengakuan terhadap Olimpiade yang terkait tradisi olah raga Eropa terhadap Yunani.

Pada awalnya Lazio mengenakan kostum yang terbagi atas warna putih dan biru langit yang saling berpotongan dengan celana dan kaus kaki hitam. Setelah itu Lazio mengenakan kostum dengan warna putih untuk jangka waktu pendek, kemudian mengubah warna seperti warna yang digunakan saat ini. Pada musim kompetisi lain Lazio mengenakan kostum dengan warna biru langit dan strip putih, tapi pada umumnya menggunakan warna biru langit dengan warna putih tipis, serta celana putih dan kaos kaki puih. The club's colours have led to their Italian nickname of biancocelesti.

Simbol Lazio secara tradisi adalah elang, yang dipilih oleh pendiri Lazio, yaitu Luigi Bigiarelli. Simbol elang diketahui sebagai emblem dari tentara Kekaisaran Romawi yang dikenal dengan Aquila; Legiun Romawi membawa simbol elang ini ketika berperang. Lazio dengan simbolnya mendapatkan julukan; le Aquile (Si Elang) dan Aquilotti (Si Elang Muda). Simbol klub saat ini menampilkan elang emas diatas perisai putih dengan garis biru; dalam perisai terdapat nama klub dan perisai tripartit kecil dengan warna dari klub.
Suporter

Lazio adalah klub sepak bola dengan suporter pendukung terbanyak keenam di seluruh Italia dengan persentase 2% pendukung di seluruh Italia (berdasarkan penelitian dari la Repubblica pada Agustus 2008). Para pendukung utama Lazio terutama berdomisili di utara kota Roma.

Irriducibili Lazio yang didirikan pada tahun 1987 adalah sebuah wadah untuk suporter fanatik dari klub Lazio yang terbesar dan terbanyak anggotanya di Italia, tapi selam musim 2009/10 Banda Noantri mengambil alih kepemimpinan atas Curva Nord. Pada setiap pertandingan ultras Lazio menampilkan gaya mendukung dari pendukung Inggris dengan mengadopsi setiap cara mendukungnya. Khusus untuk Derby della Capitale ultras Lazio menampilkan gaya tradisional pendukung ultras Italia.


RIVALITAS

Lazio memiliki rivalitas dengan tim sekota yakni A.S. Roma. Lazio dan A.S. Roma menjalani partai derby yang disebut dengan derby della capitalle ("derby antara tim ibukota"). Pertandingan dengan A.S. Roma dalam Derby Della Capitalle selalu penuh gengsi dan menghadirkan sebuah partai yang seru, untuk membuktikan tim terkuat yang ada di ibukota Italia, Roma serta sebagai salah satu derby sepak bola terbesar di dunia.

Selain dengan AS Roma, Lazio memiliki rivalitas dengan klub Italia lainnya, yaitu Livorno yang disebabkan oleh perbedaan pandangan politik dari pendukung dan pemimpin klub masing-masing. Selain itu, Lazio juga memiliki rival lain, yaitu dengan Napoli. Pendukung Lazio, selain memiliki rival juga memiliki teman dan kedekatan dengan pendukung tim lain, yaitu dengan Inter Milan, Triestina, dan Hellas Verona. Selain memiliki teman dan kedekatan dengan pendukung tim lain di Italia, Lazio juga memilikinya di Eropa, yaitu dengan suporter Real Madrid, Espanyol, Levski Sofia, Norwich City dan Chelsea.
Statistik dan rekor

Giuseppe Favalli memegang rekor penampilan resmi bersama Lazio dengan 401 penampilan dalam 12 tahun tampil bersama Lazio dari tahun 1992 hingga 2004. Rekor untuk kiper Luca Marchegiani, dengan 229 penampilan, sementara rekor untuk penampilan liga dipegang oleh Aldo Puccinelli dengan 339 penampilan.

Silvio Piola menjadi pencetak gol terbanyak dengan 148 gol. Piola telah bermain bersama Pro Vercelli, Torino, Juventus dan Novara, juga sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah Serie A dengan 274 gol. Simone Inzaghi pencetak gol terbanyak Lazio di kompetisi Eropa dengan 20 gol. Ia juga salah satu dari lima pesepak bola yang dapat mencetak empat gol dalam satu partai di Liga Champions UEFA.  Tommaso Rocchi saat ini menjadi pencetak gol terbanyak untuk Lazio.

Partai Lazio melawan Foggia pada 12 Mei 1974 menjadi partai dengan penonton terbanyak dengan 80.000 penonton, partai ini adalah partai penganugerahan Scudetto pertama Lazio. Partai ini juga menjadi rekor penonton terbanyak untuk Stadion Olimpico, termasuk dengan partai A.S. Roma dan Tim nasional sepak bola Italia.



PRESTASI

2 Serie A

    1973/1974
    1999/2000

5 Piala Italia

    1958
    1997/1998
    1999/2000
    2003/2004
    2008/2009

3 Piala Super Italia

    1998
    2000
    2009

1 Piala Winners

    1998/1999

1 Piala Super Eropa

    1999

1 Serie B

    1968/1969


Società Sportiva Lazio sebagai perusahaan

Pada tahun 1998, selama masa kepresidenan Sergio Cragnotti, Società Sportiva Lazio mencatatkan diri dalam bursa saham: Lazio menjadi klub pertama Italia yang mencatatkan diri dalam bursa saham. Saat ini, saham Lazio terdistribusi 61.312% saham yang dipegang Claudio Lotito dan pemegang saham lain memegang 38.688% saham. Bersama dengan Juventus dan Roma, Lazio adalah salah satu klub yang tercatat dalam Borsa Italiana (Bursa saham Italia).  Tidak seperti dua klub lainnya dalam bursa saham, hanya Lazio yang secara signifikan sahamnya dimiliki oleh masyarakat.

Berdasarkan laporan Deloitte, pada musim 2004-05 Lazio termasuk dalam duapuluh besar klub dengan penghasilan terbesar dengan €83 juta.



Referensi

1.      "Stadio Olimpico". uefa.com. Union of European Football Associations. 20 Maret 2009. Diakses pada 12 Oktober 2009.

2.      "i Contatti" (dalam bahasa Italian). SS Lazio. Diakses pada 7 Juni 2010.

3.      Italia) "Palmares". sslazio.it. S.S. Lazio. Diakses pada 7 Juni 2008.

4.      "Il Derby della Capitale". cbc.ca. Canadian Broadcasting Corporation. Diakses pada 4 November 2009.

5.      (Italia) "La Storia". sslazio.it. S.S. Lazio. Diakses pada 19 September 2008.

6.      "Lazio", AlbionRoad.com, 24 Juni 2007.

7.      "Maglie", UltrasLazio.it, 24 Juni 2007.

8.      "Lazio Football Team Information", Football.co.uk, 24 Juni 2007.

9.      "Evoluzione di un simbolo nobile e glorioso", LazioUltras.it, 24 Juni 2007.

10.  "Res Militaris — Standard Bearer", ThinkQuest, 24 Juni 2007.

11.   (Italia) Bordignon, Fabio; Ceccarini, Luigi. "Tifosi, Juventus la più amata. Inter la più antipatica", repubblica.it, la Repubblica, 8 Agustus 2008. Diakses pada 15 Oktober 2009.

12.  "S.S. Lazio", ITV-Football.co.uk, 29 Juni 2007.

13.  "Italian Ultras Scene", View from the Terrace, 29 Juni 2007.

14.  Duke, Greg (2008-10-22). "Football First 11: Do or die derbies". cnn.com. Cable News Network. Diakses pada 4 November 2009.

15.  "Relationships", UltrasLazio.it, 29 Juni 2007.

16.  "Record". SSLazio.it. Società Sportiva Lazio. Diakses pada 12 Oktober 2009.

17.  "Italy — All-Time Topscorers". RSSSF.com. The Rec.Sport.Soccer Statistics Foundation. Diakses pada 12 Oktober 2009.

18.   (Italia) Sannucci, Corrado. "Inzaghi show, la Lazio è tornata", ricerca.repubblica.it, la Repubblica, 15 Maret 2000, p. 55. Diakses pada 30 Oktober 2009.

19.  "Tommaso Rocchi". soccernet.espn.go.com. ESPNsoccernet. Diakses pada 12 Oktober 2009.

20.  "S.S. Lazio S.p.A", Funding Universe, 29 Juni 2007.

21.  Italia) "La Lazio debutta in Borsa il giorno della coppa Uefa", ricerca.repubblica.it, la Repubblica, 21 April 1998, p. 9. Diakses pada 27 Oktober 2009.

22.  "S.S. Lazio SpA", Consob.it, 8 Juni 2007.

23.  (Italia) "Lazio". borsaitaliana.it. Borsa Italiana. Diakses pada 27 Oktober 2009.

24.  "Real Madrid stays at the top", Deloitte UK, 8 Juni 2007.



Sumber
:  http://id.wikipedia.org/wiki/SS_Lazio

1.19.2011

Jelang perdelapan final Coppa Italia 2011 SS Lazio Vs As Rombeng

Roma - Coppa Italia boleh dianggap sebagai kompetisi kelas dua di Italia. Tapi bila lawan yang dihadapi adalah rival sekota, sepertinya tidak ada tim yang mau kalah begitu saja.

Itulah tekad pelatih Lazio, Edoardo Reja, menjelang duel perdelapanfinal Coppa Italia menghadapi musuh bebuyutan sesama ibukota Italia, AS Roma. Laga itu cuma digelar sekali, yakni pada Rabu (19/1/2011).

"Tidak ada orang yang mau kalah dalam derby, bahkan bila itu terjadi di Coppa Italia," tekad Reja seperti yang dikutip AFP.

Di mata Reja, penting untuk berprestasi baik di Coppa Italia. Pasalnya, meski saat ini berada di posisi tiga, memburu scudetto bukanlah target utama Lazio.

Sementara bagi Roma, Coppa Italia justru berpotensi jadi pengganggu. Sebab, tim arahan Claudio Ranieri itu juga masih berkiprah di dua kompetisi yang levelnya sangat tinggi, Seri A dan Liga Champions.

"Bagi kami, penting untuk melangkah jauh, bagi Roma sedikit kurang karena mereka juga main di Liga Champions dan di Liga mereka menargetkan gelar juara," ulas Reja.

"Jadi, (partai) ini akan sedikit lebih penting buat kami ketimbang buat mereka," tuntasnya.