12.13.2010

"Nyanyian Munafik Anak Esok Hari"

Kain yang berkibar tampak murung
di depan rumah, di pekantoran, di jalanan.
Kain baru yang tampak murung
melihat anak- anaknya lupa dalam pesta
gegap gempita dan sorak sorai dan yel- yel
Termegap- megap menengguk anggur kebebasan
tanpa mampu melihat noda darah moyang mereka.

Kain baru yang tak mampu terlihat noda darahnya
merintih kesakitan, karena luka di ujungnya
berjuta darah menoda di tanahnya yang kini membusuk
terkoyak idealisme dan bayonet
hancur bagai di silet.

Kain baru yang tak mampu berkibar
meratap, menjerit karena teriakan patriot karbitan
yang duduk di kursi empuk gedung mewah
yang mencambuk ambisinya
yang terseok- seok dibawah sandal jepit
mereka yang lupa, mereka yang terlena.

Wahai Ibuku, ibu moyangku
Wahai darah moyangku, semangat moyangku
jangan bersedih meratapi anakmu yang lupa
maafkan kami
esok atau lusa pasti ada,
anakmu yang kembali ingat darah menoda di tubuhmu
darahmu, darah moyangku
Semoga esok darah kami di merah dan putih kainmu
yang meski tak lagi baru.

(Ketel, Jatinangor, 1 Januari 2001)

1 komentar:

  1. HUT RI 2011 antara 17 Ramadhan dan 66 Angka Setan.... Banyak rakyat jelata yang rindu kedamaian kesejahteraan di negeri ini, tapi sayang masih belum merdeka karena penguasa setan koruptor.

    BalasHapus