Mata kosong menerawang.
Darah tersirap dan pikiran mengambang.
Antara maya dan nyata.
Otakku kejang dan lidahku kelu
Bahkan di saat kau di depanku
Sampai aku tak dapat melakukan apa- apa
Tidak! Sama sekali Tidak!
Perasaan ini menyiksa sampai remuk tulangku.
Mengapa orang sangat mengagungkannya
Karena yang kurasakan hanya siksaan
Ketika ada atau hampanya dirimu
ketel: "salah satu hal yang paling kutakutkan adalah,
bahwa penderitaanku hanya sebuah sia- sia belaka"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar