12.03.2010

"Obituary lelaki tua di simpang jalan"

Bacakanlah cerpen hidupku
lukisan kisahku...

Aku dilahirkan di kota kecil
sebrang kali pemberi hidup
puluhan tahun lalu.

Duduk termangu menyimak ilmu tak terasa duabelas tahun
aku belajar. Oh iya, sebelum lupa...
aku lahir tujuh tahun sebelum masuk sekolah.

pahit hidupku mengalir dari satu kurungan
aku berkata: "aku alumnus sekolah ini!"

Tapi yang kudapat setelahnya
hanya...
Omong Kosong!

Cacian mereka karenanya
seumur hidup sebagai keset
mereka berkata: Sampah!

Aku mati di lukisan senja.
di belai mesra hembusan angin.
Ia berkata: "Tidurlah..."

Bacakan ini di kuburku, di ukiran
nisanku do'amu kuharap.

Dari lelaki tua
dengan segenggam harap.
Aku berkata: "... La Ilahaillallah....!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar