malam telah membuka selimutnya yang panjang dan hitam.
dan kini tiba giliran pagi memamerkan pesonanya
kali ini Ia berhiaskan kicau burung dan serpihan cahaya yang tak sempurna.
indah.... memang, aku akui dan ku nikmati itu semua.
tapi sungguh, hanya satu dua yang mengganggu alam pikiranku saat ini
dan menahanku memasuki duniaku yang tanpa beban...
Hei, angin pagi, bolehkah aku titipkan padamu,
satu dua buah pertanyaan untuknya?
coba kau bisikkan itu ke dalam pikirannya.
sebelum dia keluar dari tidurnya dan membuka matanya:
Adakah namaku kau sebut walaupun sekali,
di antara kata kata yang keluar di saat kau mengigau dalam demam-mu?
Adakah wajahku terlintas, walau hanya sekilas,
di antara gambar gambar yang melintas dalam mimpimu malam tadi?
sungguh, aku hanya perlu tahu itu, sebelum aku pergi.
dan hei angin pagi, bawalah kembali jawabannya.
dan hembuskanlah ke alam tanpa bebanku....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar