5.15.2011

Tuhan bersama kalian orang- orang malang

Satu jam yang lalu aku melangkahkan kaki disana, dijalanan becek, di bawah sinar bulan, di tengah- tengah kota Bandung yang semakin metropolis dan modern. Di antara deru kendaraan mewah, di tengah keramaian yang anehnya kurasakan begitu hampa, di sebuah sudut gelap dibawah jembatan layang aku lihat disana sesosok manusia terbaring, meringkuk bersama temannya; amparan kasur dari karton dan selimut koran. Aku berdiri termangu sejenak, memandang ke arahnya yang kedinginan dan dapat kupastikan perutnya yang keroncongan karena lapar. kemudian ku pandang sekelilingku, kearah lalu lintas yang macet, ke arah keramaian, ke arah kumpulan orang- orang yang tertawa, ke arah  para gadis berpakaian minim yang cekikikan, ke arah pub- pub, ke arah bioskop- bioskop, ke arah restoran- restoran mahal, kearah hura- hura, lalu pandangan mataku kembali ke sana, kepada sosok yang meringkuk kedinginan dan kelaparan bersama teman- temannya; kasur karton dan selimut koran….
Tuhan bersama kalian orang- orang malang....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar