12.24.2010

"serpihan"

yang sekarang terapung di gulung samudera
mencari setitik cakrawala sekedar bersandar
yang sekarang tergantung di langit
sekedar mencari setitik kasih
yang terinjak di halaman depan
tanpa harap dan iba
tercabik sebait makian
tersambar sumpah serapah.

Tak ada tangisan untuknya
Tak ada kubur untuknya
Serantai do'a mustahil ia dapat

Sempoyongan ia bangkit
Ia usap keringat darah di dahi
Ia ucap janji
sekuat tenaga ia kumpulkan nyali
Berlari...

Ke utara mencari surga
Adakah ia disana?! Ia berteriak dalam tanya...

2 komentar: