10.04.2011

hanya sebuah catatan, sekali lagi hanya catatan









tahukah kamu betapa perihnya diriku
melihat luka menganga di hatimu?
tahukah kamu betapa takutnya aku
melihat badai menggulung di wajahmu?
tahukah kamu apa yang kamu rasakan.
akupun merasakannya juga?
seperti ketika sebatang ranting ikut mati
ketika sang pohon tumbang?
seperti mulut yang meringis kesakitan
ketika kaki dan tangan tersayat luka?

mungkin perih yang kurasakan
memang tak seperih luka yang kau rasakan
mungkin memang ketakutan dan hawatirku tak secuilpun kau butuhkan.
ketahuilah, aku tak peduli...
aku hanya ingin engkau berharap seperti aku,
bahwa setelah hujan akan ada matahari yang terbit....
setelah ada malam gelap yang panjang
akan ada siang yang cerah...
bahwa setelah daun mati,
kita bisa berharap akan ada kuncup yang tumbuh...
dan bahwa setelah pohon mati,
akan ada benih yang tumbuh...
dan suatu hari nanti, di ujung usia, kita dapat berkata:
"ya, aku telah mengalami hujan dan angin kehidupan,
tapi aku selalu berusaha berdiri kembali ketika aku terjatuh,
dan aku tidak pernah menyesalinya...."

sekarang, maukah kau meraih tanganku?
seperti sebatang pohon rapuh yang menjulur
ketika seseorang tenggelam...
dan tak ada sesuatupun yang menjadi pegangan...
seperti sebuah sampan berlubang,
ketika tak ada sesuatupun tempat untuk mengambang?
.................................................................................
(untuk sahabat sahabatku dan saudara saudaraku yang merasa berjalan sendirian)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar