4.16.2011

Facebook: begitu murahnya harga sebuah privasi

(Welcome screen facebook)

Facebook, siapa yang tak kenal jejaring sosial yang satu ini? ratusan juta atau mungkin milyaran penduduk Bumi mengaksesnya. dari kaum muda sampai orang tua, orang biasa sampai para professional, penduduk kota- kota besar sampai ke pelosok- pelosok desa, semua mengenal dan sebagian besar mengaksesnya setiap hari, bahkan boleh di bilang facebook adalah sebuah kebutuhan yang mutlak diperlukan (?) sekarang ini.
Facebook sendiri pertama kali di ciptakan oleh seorang mahasiswa Universitas Harvard keturunan yahudi bernama Mark Zuckerberg. Pada awalnya ia membuat sebuah program bernama program couresematch yang memungkinkan mahasiswa di kelas yang sama bisa melihat daftar teman mereka. selanjutnya couresematch dikembangkan menjadi facemach.com yang kemudian membuatnya dianggap melanggar privasi di internet oleh badan administrasi Harvard. Oleh karena itulah, maka pada 2004 ia membuat program jejaring yang kemudian terkenal ke seluruh pelosok dunia dengan nama 'Facebook', dan pada 27 Februari 2006 ia mengijinkan facebook di gunakan oleh umum. Keberhasilannya membuat perusahaan komputer raksasa Microsoft meliriknya dan menanamkan sahamnya. Dalam waktu yang relatif singkat, facebook menyebar ke berbagai belahan dunia dan mengalahkan pesaing pesaingnya seperti 'Friendster' dan (kemudian) 'Twitter', Mark-pun serta merta menjadi seorang milyarder yang terkenal.
Kembali kepada masa sekarang, ketika facebook sudah seperti virus yang mewabah ke seluruh penjuru dunia, dalam hal ini saya ingin menyoroti perannya dalam menghancurkan (atau paling tidak mengurangi) nilai privasi manusia yang menggunakannya. Tidak dapat dipungkiri (karena saya pun notabene adalah seorang pengguna facebook), privasi atau rahasia yang dulu (sebelum adanya facebook, friendster, atau twitter) begitu berharga, sekarang menjadi tanpa arti karena ucapan ucapan atau rahasia rahasia para penggunanya dapat di lihat oleh 'teman-temannya' di facebook, meskipun facebook menyediakan beberapa opsi untuk menyembunyikan setiap tulisan atau data- data penggunanya, tetapi kemunculannya juga ikut merubah mental sebagian dari mereka. Para pengguna facebook seakan- akan dengan sadar dan merasa senang jika rahasia kehidupan pribadinya di ketahui publik dan dikomentari oleh orang- orang yang tidak mereka kenal di dunia nyata.
(Mark Zuckerberg, si pencipta facebook)

Dulu, sebelum orang- orang mengenal jejaring sosial, kehidupan pribadi adalah hak pribadi yang berharga, hanya orang- orang tertentu yang dapat mengetahuinya. Urusan asmara, rahasia kehidupan rumah tangga, atau masalah seks merupakan sesuatu yang sangat berharga. sekarang, dengan facebook seolah- olah semua itu tak ada harganya sama sekali karena semua orang dapat mengetahuinya bahkan berkomentar! memang, tidak semua pengguna facebook mengijinkan tulisan atau data- data mereka di ketahui oleh sembarang orang, tapi menurut yang saya ketahui sebagian lainnya malah secara sadar menuliskan apa yang dulunya begitu berharga (baca: privasi) di ketahui khalayak umum dan mengijinkan mereka mengomentarinya, Bukankah itu sebuah penurunan harga sebuah Privasi? menurut saya: YA!....... (BERSAMBUNG...)

2 komentar:

  1. dengan adanya facebook,,org jadi kuper males bergaul di dunia nyata...dan di sisi ain dunia semakin sempit bagai tak ada jarak
    (resa cobain)

    BalasHapus
  2. privasi bernilai NOL, bener teu de? :D

    BalasHapus