12.01.2011

catatan baru.

















Telah lama aku simpan kertas yang telah penuh coretan itu di dalam saku celanaku.
Berusaha terus menulis di atasnya walau tak ada tempat lagi untuk menulis
Kutulis juga coretan-coretan baru di atas coretan-coretan yang lama
Tapi coretan-coretan lama itu tak mau hilang, malah semakin jelas saja ia.
Dan kertas itu tetap ku simpan juga.

Lalu kamu datang.
Seorang asing, tapi tampak begitu akrab.
Tanganmu yang lembut mengambil kertas penuh coretan itu dari tanganku.
melipatnya dengan rapi,
memasukannya ke dalam amplop yang wangi,
menyentuhkannya di dadaku,
lalu menyimpannya dengan hati-hati di dalam lemari pakaianku

Aneh, kamu tidak merobek kertas itu
atau merenggutnya dengan kasar dari genggamanku
lalu melemparkannya jauh- jauh, tidak, tidak.
kamu bahkan tampak hormat pada kertas itu.
"Itu guru-mu, guru-ku, itu guru kita", katamu lembut.
Seulas senyum tersungging di bibirmu, senyum kedamaian seorang ibu.
" Kita adalah dua bilah pena yang menulis cerita di atas sebuah kertas baru yang kosong..." katamu dan kataku.